AAI? Apa itu ? mungkin ada yang masih asing dengan istilah ini. AAI adalah kepanjangan dari Asistensi Agama Islam. Kalau mendengar kata asistensi atau mentoring mungkin yang ada dalam benak kita adalah pengawasan, dipantau dan lain sebagainya. AAI memang juga seperti itu sesuai namaya. Tetapi AAI ini jauh diluar apa yang kubayangkan dulu. AAI is Never Day. AAI mengalihkan duniaku.
Pada awaln Saya saat mulai masuk perguruan tinggi di semester pertama ada semacam UKM munkin. Tapi ini bukanlah salah satu UKM. Ini biri yang ditunjuk oleh universitas untuk melaksanakan kegiatan untuk menambah tentang pengetahuan tentang agama Islam. Nah Biro inilah yang dinamakn AAI. Pada saat awal masuk saat OSMARU juga ada pengenalan tentang ini. Jadi sebelumnya sudah dikenalkan dulu apa itu AAI.
Awalnya jujur saat pertama-tama bayangan Saya tentang AAI berbeda dari AAI yang Saya jalani hampir 2 semester ini. Tapi setelah mkeberjalanan AAI, semua bayangan yang ada dalam benak Saya saat pertama mengikuti AAI ini terbantahkan. Semuanya lenyap seakan terbawa oleh angin segar yang datang bersama AAI.
Saya kira AAI itu kegiatanya monoton. Tapi ternyata saya salah. Seperti yang saya bilang di awal kalau semua bayangan saya sudah terbantahkan. Kegiatan AAI ini tidak hanya saklek belajar tentang agama Islan dengan ceramah. Tapi disini juga ada metode diskusi dan juga sharing. Selain iu kegiatannya juga tidak monoton itu-itu saja.
Dalam keberjalanannya AAI ini, dibentuk kelompok-kelompok kecil. Dalam 1 kelompok ini bisa terdiri dari 8-10 orang. Dalam 1 kelompok ini didampingi oleh satu orang asisten atau murobi. Tujuan dibentuknya kelompok-kelompok kecil ini adalah agar lebih mudah memahami dan mebimbing setiap orang mahasiswa. Karena dalam faktanya setiap mahasiswa punya ‘kebutuhan’ tentang ilmu yang berbeda-beda. Dan dengan dibentuk kelompok ini jga agar kita dapat lebih mngenal teman-teman kita serta dapat saling mwngingatkan satu sama lain. Dan juga dapat saling berbagi informasi serta pengamalan.
Dalam kelompok AAI saya terdiri dari 8orang yang kebetulan kami adalah satu kelas. Jadi mudah untuk mengatur jadwal untuk AAI. Kegiatan AAI ini biasanya dilakukan satu minggu sati kali. Untuk hari, tempat dan sebagainya ini adalah hak dan kewenangna dari klompok itu sendiri. Biasanya kami mencari waktu yang sama-sama kosong antara kami dan murobi kami. Seandainya memang kebutulan dalam minggu itu kami sebuk semua dan selit untuk mengatur jadwal maka terpaksa kegiatan AAI itu tidak ada dalam minggu itu. Dan biasabya diganti dengan tugas lain. Tapi tugas ini tidak terlalu memberatkan. Biasanya tugasnya adalah mendengarkan kegiatan ceramah agama, tau mencari tambahan agama, atau membaca siroh-siroh nabi.
Kegiatan AAI ini tidak monoton hanya ceramah saja. Biasanya di awal kegiatan dibuka oleh salah satu dari anggota dari kelompok. Kemudian dilanjutkan dengan kergiatan tadarus secara bergantian. Setelah itu dilanjutkan dengan tausiyah yang juga oleh salah satu dari kami. Kemudian acara dibuka oleh murobi kami. Untuk yang menjadi mc dan yang memberikan tausiyah ini bergantian. Jadi setiap dari kami perrnah merasakan menjadi mc dan juga memberikan tausiyah. Tapi jangan takut, tausiyah disini tidak saklek tentang fiqih, aqidajh atau apa. Tausiyah disini oleh apa saja tentang agama atau hal apa saja yang dapat mendoronh kapada kebaikan. Selain itu kita juga boleh membaca saat tausiyah. Jadi disini selain kita belajar untuk tentang agama kita juga belajar dan berlatih untuk berbicara di depan umum.
Untuk acaranya juga bisa berganti-ganti tidak harus murobi memberika penjelasan-penjelasan. Kadang ada bedah buku, nonoton film bareng, rujakan dan lain sebagainya. Tetapi tetap disela-sela kegiatan itu harus ada sedikit ilmu yang kta dapat. Jadi kita bisa mengambil pesan dan hikmah dari film yang kita tonton.
Terkadang biasanya setelah kita selesai kita tidak langsung pulang. Kita bisa sekadar bertanya tentang apa yang tidak kita tahu pada murobi kita. Dan kita bisa mendapatkan penjelasan. Selain itu jika mungkin kita salah atau tidak seharusnya demikian, kita diingatkan. Cara mengingatkannya juga sesuai karakter kita. Dengan begitu kita kan dapat menangkap dengan baik apa maksud dari peringatan itu.
Untuk kegiatan AAI dalam semester dua ini ya kurang lebih sama dengan semester lalu. Tapi disini untuk sebelum kegiatan mc merangkap memberikan siroh tentang sahabat atau shohabiyah. Jadi kita bisa mendapatkan pengetahuan tentang kisah-kisah mereka. Kita yang terkadang malas membaca bisa mendapatkan informasi tanpa harus kita membaca. Ini merupakan salah satu ladang informasi yang sayang jika melewatkannya.
Selain itu ada pemantauan amal yaumi. Ini bukan untuk bermaksud untuk memaksa kita atau memperlihatkan amal kita pada orang lain. Tetapi ini cenderung untuk mendorong kita agar lebih rajin untuk beribadah. Ini mungkin termasuk dalam capaian yang diinginkan. Karena seandainya perbuatan kita masih sama sebelum dan sesudah mengikuti AAI maka itu seakan tidak ada capaian yang kita raih selama mengikuti AAI.
Selama keberjalanan AAI ini saya merasa nyaman. Karena disana kita bisa mendapatkan informasi-informasi,ilmu-ilmu yang berharga untuk kita lewatkan. Selain itu bersama AAI kita bisa mendapatkan ‘pengawasan’ dan ‘bimbingan’ sehingga kita Insya Allah bisa selalu mengarah pada kebaikan.
Bersama AAI kutemukan banyak hal yang tidak ku tahu sebelumnya. Bersama AAI ku coba memperbaiki langkah. Bersama AAI ku temukan dunia baru. AAI mengalihkan duniaku.