Pendahuluan Bola langit



Pendahuluan Bola langit


Dari beberapa sumber, yang sering diajarkan baik untuk persiapan olimpiade Astronomi atau untuk perkuliahan astronomi ada 3 macam koordinat :
1.    Tata koordinat horizon
2.    Tata koordinat equator
3.    Tata koordinat ekliptika
Sebenarnya masih ada tata koordinat galaktit, namun ini jarang diajarkan. karena dirasa rumit sehingga sulit untuk dipelajari apabila tidak mempunyai dasar yang kuat di tiga tata koordinat diatas.
Namun sebelum belajar tentang tata koordinat, sebaiknya kita mengenal dulu apa itu bola langit. Bola langit adalah proyeksi seluruh budang langit dalam bentuk bola imajiner.







 
·       S, B, U, T adalah arah mata angin
·       Lingkaran SBUT adalah horizon pengamat. Biasa disebut dengan istilah lingkaran horizon
·       Z adalah titik zenit. Titik zenit adalah titik yang berada tepat di atas kepala pengamat
·       N adalah titik nadir. Titik nadir adalah titik yang berada tepat dibawah kaki pengamat.
·       Lingkaran SZUN disebut meridian pengamat (meredian langit)

Gamma Capricorn (Nashira)


Nashira

Nashira . . . .
Ya itulah namaku
Meski tak banyak yang mngenalku
Atau bahkan menghadiri kehadiranku
Namun aku ada
Diatas sana
Berdiri diantara bintang-bintang
Berdiri bersama Deneb Algedi dan bintang lainnya
Bersama bergandengan tangan
Membentuk, menyusun
Persahabatan, persaudaraan
Ya kita bersama
Membentuk
Rasi capricorn
Hingga banyak orang yang mengenal
Meski tak banyak yang mengenalku,
Namun aku bahagia
Karna aku masih tetap disini
Berdiri diantara milyaran bintang
Menyinari bumi
Ya karna itulah tugasku
Sebagai bintang


pemuda muslim, pemuda modern part 2


            Melanjutkan tentang pemuda modern.  Untuk yang telah lalu telah dijabarkan bahwa “semua dari kita adalah spesial”.  Nah untuk kali ini akan melanjutkan pembahasan yang lalu, yaitu tentang pemuda muslim yang modern.
2.                  Taklukan Kemalasan
Kemalasan adalah musuh terbesar kita saat ini.  Karena kemalasan akan datang pada siapa saja tidak mengenal waktu dan tempat.  Bila kemalasan itu datang, dan ia “memenangkan” pertarungan dengan keinginan kita, maka yang ada hanya penyesalan.  Kita ambil saja misalnya saat kita harus mengejarkan laporan, dalam diri kita sudah ada keinginan untuk mengerjakan sehari setelah praktikum dilaksanakan, akan tetapi karena kemalasan itu datang, maka kita tidak memulai mengerjakan laporan itu.  Dengan dalih bahwa masih ada waktu untuk mengerjakan.  Dateline masih lama.  Akan tetapi tidak seperti pikiran kita bahwa kemalasan akan meninggalkan kita setelah kita “menerima” dia, maka hal itu salah.  Karena kemalasan adalah kemalasan maka sampai mendekati hari pengumpulan pun dia akan tetap mendekati kita.  Alhasil kita tidak juga memulai untuk mengerjakan.  Lalu jika tiba H-1 pasti ribut karena laporan belum jadi juga.  Akhirnya dikerjakan dalam waktu semalaman yang membuat kita terkadang menjadi “mata panda”.
Agar kita tak menyesal taklukan kemalasan itu saat ia pertama datang, jangan berpikir dia akan akan pergi setelah kita “pernah menerimannya”.  Karna ia akan terus, terus dan terus hadir untuk menghentikan langkah kita.  Taklukan kemlasan dan janganlah menunda pekerjaan.  :D

Pemuda Modern, Pemuda Islam Part 1


        Ini saya dapatkan pada saat saya mengikuti sebuah seminar nasional yang diadakan oleh mahasiswa salah satu universitas di Solo.  Jujur awalnya saya mengikuti seminar itu memang karena salah satu pembicara yang dihadirkan adalah salah satu penulis yang saya kagumi.  Dan itu yang menjadi alasan utama saya mengikuti acara ini sampai dibela-belain ndak pulkam (sedikit curhat :D).  Namun setelah mengikuti rangkaian acara dari seminar tersebut ternyata sangat banyak yang saya peroleh tidak hanya sekedar untuk bisa bertemu langsung dengan penulis yang saya kagumi dan mendapatkan tanda tangan :D.  Tapi ilmu dan juga pemahaman dan semangat baru J.  Terima kasih untuk kalian yang mau menemani saya menghadiri acara tersebut J.
            Ini adalah materi yang disampaikan dalam acara tersebut :
“apa yang dapat dilakukan oleh seorang pemuda modern, pemuda Islam ?”
1.      Semua kita adalah spesial
Ya semua dari kita adalah spesial.  Tiap diri kita adalah spesial.  Karena sesungguhnya tiap diri kita punya kekuatan atau kemampuan yang luar biasa jika kita menyadari dan mau mengembangkannya.  Hanya saja diri kita yang terkadang kurang menyadari atau bahkan hanya melihat kekurangan diri kita saja.  Andai saja kita mau melihat dari sisi yang lain kita akan dapat melihat kemapuan kita.  Kita akan menemukan bahwa diri kita adalah spesial.
Karena kita adalah seorang mahasiswa jadi untuk yang pertama saya akan misalkan saaja seorang mahasiswa.  Kita sebagai seorang mahasiswa, jika kita mau rajin mencatat penjelasan dari dosen, jika kita teleten dan terus melakukannya, maka dalam waktu satu satu tahun saja dari catatan-catatan kita, kita sudah dapatkan berbuku-buku dari catatan kita itu.  Misalnya saja dari fisdas, matdas, dan lain sebagainya. :D.  Kita bisa mengsharekan itu dalam blog, karena mungkin akan ada orang yang lebih mudah memahami dari bagaimana cara kita menjelaskan tentang sesuatu daripada penjelasan dari buku.  Tidak terpungkiri bahwa media elektronik lebig digemari daripada buku pada masa sekarang ini.
Atau jika tidak kita bisa saja mengupload materi-materi kuliah kita, tugas-tugas kita ke dalam blog, maka itu akan dapat membantu orang lain.  Karena tidak menutup kemungkinan akan ada orang lain yang akan membuat tugas seperti halnya kita itu.  Misalnya saja saat kita ada tugas membuat makalah atau paper kita bisa menguload tugas itu di blog kita.  Jadi kita tidak harus melakukan hal yang besar itu menjadi spesial.  Karena sesunngguhnya setiap kita sudah memiliki potensi untuk menjadi spesial J.  Jika kita mau melakukan hal-hal kecil seperti di atas maka lama kelamaan itu akan menjadi hal yang besar.  Dan akan menunujukkan bahwa kita memang spsesial.
Contoh yang lain misalnya saja seorang ibu rumah tangga yang memang hobi masak.  Dia setiap hari rutin selalu mencatat resep makanan dari makanan yang ia masak.  Dalam waktu 2 tahun akhirnya ia berhasil menulis resep makanan yang ratusan dan akhirnya dipublikasikan di blog.  Dari blog tersebut akhirnya dia dapat tawaran untuk menjaduikan  buku dari resep-resep yang ia buat itu.  Dan akhirnya sekarang resep-resep dari ibu itu dibukukan dan dijual di toko-toko buku :D.
Itulah beberapa bukti nyata bahwa setiap kita adalah spesial.  Namun semua itu tetap kembali pada diri kita dan kepercayaan kita bahwa kita adalah spesial.   Jadi mulai sekarang kita mesti menanamkan pada diri kita bahwa “ kita adalah spesial”.  Kita bisa memulainya dengan melakukan hal-hal yang kecil.  Karena untuk menjadi yang spesial tak perlu melakukan hal yang besar :D.


To be continued . . . . . :D
NB: contoh diatas mungkin berbeda dari yang saya dapatkan pada waktu itu, tapi Insya Allah pemahan yang dapat “digigit” kurang lebih sama :)

alasan mengapa kita harus menulis

                              "menulislah karna senang bukan karna terpaksa"  
jika kalimat ini membuat kita menjadi enggak menulis, dengan alasan "aku ndak nulis jadi aku ndak suka nulis".  maka mungkin kita telah salah menafsirkan kalimat itu.  kalimat itu menjadi dalih untuk tidak menulis.  Ya mungkin benar juga jika kita menafsirkan demikian.   Tetapi bukankah menulis adalah kebutuhan bagi kita? Bukan merupakan kewajiban yang harus kita lakukan. menulis bukanlah kewajiban kita, tapi sebuah kebutuhan yang harus kita penuhi.
Mungkin kalimat tadi akan mengubah pemahaman kita jika kita padukan dengan pepatah jawa
 "witing tresno jalaran saka kulina" yang berarti " suka itu karna terbiasa"
Bagaimana mungkin kita bisa suka atau senang namun kita enggan atau bahkan tidak pernah melakukan.  bagaimana mungkin kita kan terbiasa jika kita tidak pernah mau mencoba?  Jadi ada baiknya jika kita menganggap menulis adalah suatu kebutuhan.  maka dengan demikian akan ada dorongan bagi kita untuk menulis, karena ia adalah kebutuhan kita.  bukankah setiap orang ingin agar semua kebutuhannya terpenuhi?  lalu kenapa tidak dengan menulis ini?  jadi dengan begitu kita harus bisa melakukannya walaupun mungkin awalnya karena keterpaksaan. Dengan melakukan, dalam tempo yang berulang-ulang maka kita akan terbiasa.  Dari kebiasaan itu maka akan muncul rasa suka.  Rasa suka itu yang kemudian nantinya akan mendorong kita untuk menulis. Tidak begitu penting tulisan itu,bagus tidak, berisi tidak, yang terpenting adalah kepuasan hati kita dengan menulis.

KOTAK KENYAMANAN


            

            Sutu ketika saat ketika kita sedang dalam keadaan atau zona ‘nyaman’ ada kalanya kita bakal  takut untuk keluar dari zona(kotak) itu.  Kita bakal ngerasa takut kalau suatu saat gimana rasanya kalau kita ‘terlempar’ keluar dari kotak itu. Apa yang dapat kita lakukan, apa yang akan terjadi? Akankah kita dapat kembali ke dalam zona itu.  Sebegitu pentingkah kita berada di dalamnya?
            Ya memang penting rasa nyaman itu, namun ada kalanya kita harys keluar dari kotak itu.  Tidak selamanya berada dalam kotak nyaman itu adalah terbaik untuk kita.  Agar kita bisa berlindung, bersembunyi.  Bukankah hidup penuh pilihan, akankah kita tetap memilih untuk tetap berada dalam kotak dimnaa saat itu pula kita dihadapkan pilihan untuk keluar?
            Hidup itu memang pilihan, dimana setiap pilihan itu ada konsekuensinya.  Mungkin memang aman berada dalam kotak nyaman, namun tidakkah kita ingin melihat bahwa ada kalanya kotak nyaman itu tidaklah hal yang terrbaik kita.  Ada kalanya kita harus keluar dari sana, melanghkah lebih maju, untuk mencapai dan menjadi lebih baik.  Bukankah jika kita berada dalam kotak nyaman kita, kita hanya terdiam dan seakan berhenti melanhkah?  Bukankah disaat kita sedang asyik berada dalam kotak nyama dan enggan untuk keluar, orang lain tetap terus melangkah? Mengapa kita membiarkan diri kita berhenti, padahal waktu tetap berjalan?  Bukankah waktu tidak pernah menunggu orang ntuk tersadar dari lamunannya?
            Terkadang kita memang perlu berhenti sejenak untuk sekedar bernafas, sebelum nanti kita melangkah.  Kita perlu juga berada dan masuk dalam kotak nyaman saat kita benar tak mampu lagi melangkah.  Kita perlu untuk istirahat, membiarkan orang lain melangkah selangkah di depan kita, untuk selanjutnya nanti kita bisa melangkah 2,3 langkah di depan meraka.  Namun jangn pernah biarkan ini menjadi alasan bagimu untuk tetap selalu berada dalam kotak nyaman ini.  Lihatlah waktu, sadari, pahami, lakukan apa yang hatimu bisikkan.  Jangan sampai kau terlambat menyadari karena pesona kotak nyaman yang tak membiarkan mata, telinga dan hatimu untuk melihat dan mendengar bisikan hati dan sekitarmu.  Serta dorongan waktu untuk membuatmu tetap melangkah.
“Ada kalanya untuk berhenti sejanak saat kita berjalan, tapi janganlah kamu merasa nyaman untuk tetap diam tanpa memperhatikan sekitarmu” 

KUTEMUKAN DUNIA BARU BERSAMA AAI



            AAI? Apa itu ? mungkin ada yang masih asing dengan istilah ini.  AAI adalah kepanjangan dari Asistensi Agama Islam.  Kalau mendengar kata asistensi atau mentoring mungkin yang ada dalam benak kita adalah pengawasan, dipantau dan lain sebagainya.  AAI memang juga seperti itu sesuai namaya.  Tetapi AAI ini jauh diluar apa yang kubayangkan dulu.  AAI is Never Day.   AAI mengalihkan duniaku.
            Pada awaln Saya saat mulai masuk perguruan tinggi di semester pertama ada semacam UKM munkin.  Tapi ini bukanlah salah satu UKM. Ini biri yang ditunjuk oleh universitas untuk melaksanakan kegiatan untuk menambah tentang pengetahuan tentang agama Islam.  Nah Biro inilah yang dinamakn AAI.  Pada saat awal masuk saat OSMARU juga ada pengenalan tentang ini.  Jadi sebelumnya sudah dikenalkan dulu apa itu AAI.
            Awalnya jujur saat pertama-tama bayangan Saya tentang AAI berbeda  dari AAI yang Saya jalani hampir 2 semester ini.  Tapi setelah mkeberjalanan AAI, semua bayangan yang ada dalam benak Saya saat pertama mengikuti AAI ini terbantahkan.  Semuanya lenyap seakan terbawa oleh angin segar yang datang bersama AAI.
            Saya kira AAI itu kegiatanya monoton.  Tapi ternyata saya salah.  Seperti yang saya bilang di awal kalau semua bayangan saya sudah terbantahkan. Kegiatan AAI ini tidak hanya saklek belajar tentang agama Islan dengan ceramah.  Tapi disini juga ada metode diskusi dan juga sharing.  Selain iu kegiatannya juga tidak monoton itu-itu saja.
            Dalam keberjalanannya AAI ini, dibentuk kelompok-kelompok kecil.  Dalam 1 kelompok ini bisa terdiri dari 8-10 orang.  Dalam 1 kelompok ini didampingi oleh satu orang asisten atau murobi. Tujuan dibentuknya kelompok-kelompok kecil ini adalah agar lebih mudah memahami dan mebimbing setiap orang mahasiswa.  Karena dalam faktanya setiap mahasiswa punya ‘kebutuhan’ tentang ilmu yang berbeda-beda.  Dan dengan dibentuk kelompok ini jga agar kita dapat lebih mngenal teman-teman kita serta dapat saling mwngingatkan satu sama lain.  Dan juga dapat saling berbagi informasi serta pengamalan.
            Dalam kelompok AAI saya terdiri dari 8orang yang kebetulan kami adalah satu kelas.  Jadi mudah untuk mengatur jadwal untuk AAI.  Kegiatan AAI ini biasanya dilakukan satu minggu sati kali. Untuk hari, tempat dan sebagainya ini adalah hak dan kewenangna dari klompok itu sendiri.  Biasanya kami mencari waktu yang sama-sama kosong antara kami dan murobi kami.  Seandainya memang kebutulan dalam minggu itu kami sebuk semua dan selit untuk mengatur jadwal maka terpaksa kegiatan AAI itu tidak ada dalam minggu itu.  Dan biasabya diganti dengan tugas lain.  Tapi tugas ini tidak terlalu memberatkan.  Biasanya tugasnya adalah mendengarkan kegiatan ceramah agama, tau mencari tambahan agama, atau membaca siroh-siroh nabi.
            Kegiatan AAI ini tidak monoton hanya ceramah saja.  Biasanya di awal kegiatan dibuka oleh salah satu dari anggota dari kelompok.  Kemudian dilanjutkan dengan kergiatan tadarus secara bergantian.  Setelah itu dilanjutkan dengan tausiyah yang juga oleh salah satu dari kami.  Kemudian acara dibuka oleh murobi kami.  Untuk yang menjadi mc dan yang memberikan tausiyah ini bergantian.  Jadi setiap dari kami perrnah merasakan menjadi mc dan juga memberikan tausiyah.  Tapi jangan takut, tausiyah disini tidak saklek tentang fiqih, aqidajh atau apa.  Tausiyah disini oleh apa saja tentang agama atau hal apa saja yang dapat mendoronh kapada kebaikan.  Selain itu kita juga boleh membaca saat tausiyah.  Jadi disini selain kita belajar untuk tentang agama kita juga belajar dan berlatih untuk berbicara di depan umum.
            Untuk acaranya juga bisa berganti-ganti tidak harus murobi memberika penjelasan-penjelasan. Kadang ada bedah buku, nonoton film bareng, rujakan dan lain sebagainya.  Tetapi tetap disela-sela kegiatan itu harus ada sedikit ilmu yang kta dapat. Jadi kita bisa mengambil pesan dan hikmah dari film yang kita tonton.
            Terkadang biasanya setelah kita selesai kita tidak langsung pulang.  Kita bisa sekadar bertanya tentang  apa yang tidak kita tahu pada murobi kita. Dan kita bisa mendapatkan penjelasan.  Selain itu jika mungkin kita salah atau tidak seharusnya demikian, kita diingatkan.  Cara mengingatkannya juga sesuai karakter kita.  Dengan begitu kita kan dapat menangkap dengan baik apa maksud dari peringatan itu.
            Untuk kegiatan AAI dalam semester dua ini ya kurang lebih sama dengan semester lalu.  Tapi disini untuk sebelum kegiatan mc merangkap memberikan siroh tentang sahabat atau shohabiyah. Jadi kita bisa mendapatkan pengetahuan tentang kisah-kisah mereka.  Kita yang terkadang malas membaca bisa mendapatkan informasi tanpa harus kita membaca.  Ini merupakan salah satu ladang informasi yang sayang jika melewatkannya. 
Selain itu ada pemantauan amal yaumi.  Ini bukan untuk bermaksud untuk memaksa kita atau memperlihatkan amal kita pada orang lain.  Tetapi ini cenderung untuk mendorong kita agar lebih rajin untuk beribadah.  Ini mungkin termasuk dalam capaian yang diinginkan.  Karena seandainya perbuatan kita masih sama sebelum dan sesudah mengikuti AAI maka itu seakan tidak ada capaian yang kita raih selama mengikuti AAI.
Selama keberjalanan AAI ini saya merasa nyaman.  Karena disana kita bisa mendapatkan informasi-informasi,ilmu-ilmu yang berharga untuk kita lewatkan.  Selain itu bersama AAI kita bisa mendapatkan ‘pengawasan’ dan ‘bimbingan’ sehingga kita Insya Allah bisa selalu mengarah pada kebaikan.
Bersama AAI kutemukan banyak hal yang tidak ku tahu sebelumnya.  Bersama AAI ku coba memperbaiki langkah.  Bersama AAI ku temukan dunia baru.  AAI mengalihkan duniaku.

Sejarah Jembatan Wheatstone



                Jembatan wheatstone pertama kali ditemukan oleh Hunter Christie pada tahun 1833.  Namun, pada waktu itu Hunter tidak bisa melihat penggunaan nyata dari jembatan wheatstone.  Beberapa tahun kemudian Sir Charles Wheatstone seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris berhasil menemukan berbagai aplikasi tentang jembatan wheatstone. Kemudian wheatstone mengklaim berbagai aplikasi tersebut dan menunjukkan betapa pentingnya rangkaian jembatan wheatstone tersebut.

Sejarah Pembiasan Cahaya



                Pada tahun100-120M, ptolomeus menemukan hubungan hubungan sudut bias yang hanya akurat pada sudut kecil.  Pada tahun 948M Ibnu Sahl dalam risalah karyanya yang berjudul  “On Burning Mirrors and Lenses”  menjelaskan tentang cermin membengkok dan lensa membengkok serta titik api atau titik fokus secara jelas dan terperinci.  Ibnu  Sahl menggunakan hukum pembiasan cahaya untuk memperhitungkan bentuk-bentuk lensa dan cermin yang titik fokusnya berada di sebelah titik poros.
                Sekitar 6 abad kemudian, tepatnya pada tahun 1621 Willebrond Snell mengungkapkan hal yang sama dengan Ibnu Sahl.  Menurut Snell : sinar datang, garis normal dan sudut pantul terletak pada satu bidang datar.        

Penerapan Pembiasan Cahaya



Ø  Proyektor LCD
Untuk menampilkan gambar, proyektor LCD mengirim cahaya dari lampu halide logam yang diteruskan ke dalam prisma yang mana cahaya akan tersebar pada tiga panel polysilikon, yaitu komponen warna merah, hijau dan biru pada sinyal video. Proyektor LCD berisi panel cermin yang terpisah satu sama lain.  Masing-masing panel terdiri dari dua pelat cermin yang diantara keduanya terdapat liquid crystal. Ketika terdapat perintah atau intruksi, kristal akan membuka untuk membolahkan cahaya mlewat atau menutup untuk mem-blok cahaya tersebut.  Membukan dan menutupnya pixel ini yang bisa membentuk gambar.
Ø  Mempelajari struktur kristal
Pembiasan ganda merupakan alat riset yang berguna dalam mempelajari struktur kristal.  Penerapan ini dapat terjadi ketika memproduksi sebuah berkas cahaya terpolarosasi dan memakai prisma nicol.
Ø  Teropong bintang bias
Teropong bintang bias adalah teropong bintang yang prinsipnya membiaskan cahaya pada lensa untuk mendapatkan bayangan.
Ø  Laser
Laser adalah salah satu penerapan pembiasan dalam bidang medis.  Laser digunakan oleh ahli bedah untuk melakukan operasi tanpa.